Cermin Tarsah

mahir

Jika aku berdiri di depan cermin tarsah dan mengenang kejadian lampau itu, alih-alih memasang wajah masam sepanjang waktu, aku akan melihat diriku tersenyum untuk Nenek, Ibu, Bapak, dan Adikku pada saat itu. Kami baru saja melakukan perjalanan selama kurang lebih 5 jam menggunakan mobil untuk mengantarku ke kos. Ya, hari itu adalah hari resmi aku jadi anak rantau karena kuliah di provinsi.

Selepas menaruh barang-barang bawaan di kamar kos, kami memutuskan untuk mengunjungi pusat kota. Ayah, meskipun beliau pengemudi yang handal dan jarang salah jalan, ternyata tidak dapat menemukan jalan menuju pusat kota, tanpa berusaha bertanya, akhirnya kami putar balik ke arah jalan yang lain dan sampailah kami di sebuah tempat perbelanjaan. Entah mengapa, aku merasa kesal dan berwajah masam selama kami di tempat itu.

Aku ingat wajah lelah Ibu yang menegurku lembut agar tersenyum karena tidak enak dengan Nenek. Tapi sepertinya saat itu aku dirasuki dementor dan menjadi penyerap kebahagiaan mereka. Saat itu aku tidak berpikir betapa lelahnya mereka semua karena harus kembali meneruskan perjalanan pulang malam itu juga sedangkan aku bisa langsung beristirahat di kamar. Aku tidak memikirkan perasaan Ibu, Nenek, Ayah, dan Adikku yang bisa jadi terluka karena sikapku.

Setiap teringat kejadian waktu itu, aku tidak bisa menghentikan perasaan sedih yang menyergapku. Penyesalan itu tidak mau beranjak. Namun, penyesalan itu memberikanku satu tekad baru untuk tidak mengulangi lagi sikap yang sama. Untuk tidak bermuka masam di depan mereka, untuk tidak mengarak awan kelam menyelimuti kebersamaan kami.

Iklan

When Time Freeze

freeze.png

Do you ever wish for a time to freeze?

What will happen when time freeze?

I just get a hangover from a Korean movie entitled Vanishing Time:A Boy Who Returned. This is for the first time I really get pure excitement, happiness, warm, and fuzzy feeling after watching a Korean movie, moreover, from a fantasy one. I don’t usually like a movie that depicts reality with fantasy, but this one is different. It doesn’t make me constantly think about ‘the logic’ of the fantasy. The movie is just beautiful that it leads me to watch it enthusiastically. I kept monitoring the time running for the movie hoping that it won’t finish soon. This movie gets it all,  strong characters, exciting plot, wonderful scenery, angst, innocent romance, unconditional love. It belongs to my all time fave movie!

Menjalankan Perpustakaan (or How to Run Your Small Library)

Semoga bisa mewujudkan hal seperti ini kelak

How I Met You

Berhubung sudah ada 1210 orang cukup banyak yang menanyakan “tips-tips dong bagaimana membuat atau menjalankan perpustakaan pribadi untuk umum” maka dalam post kali ini saya akan berbagi beberapa tips yang bisa dibilang amatiran, karena… ya, saya baru menjalankan Pustakalana selama 9 bulan terakhir. Jadi sebetulnya belum bisa dianggap sukses atau sudah terbukti manjur tips-tips yang akan saya bagikan ini. Tapi demi memenuhi janji kepada beberapa pihak yang menanyakan, saya tuliskan yaa…

Tujuan Membuka Perpustakaan (Basically 5 W + 1 H)

Saya sebetulnya bingung yang harus ada dulu: tujuan atau keberadaan koleksi buku-buku yaa….. Namun dalam pengalaman pribadi saya, yang perlu ada pertama adalah NIATAN dan tujuan untuk mengadakan perpustakaan untuk dapat diakses oleh umum. Kenapa Anda ingin membuka perpustakaan? Atau mengapa ingin membuka taman bacaan? Untuk siapa kah perpustakaan ini: anak-anak TK, anak SD, remaja, dewasa, koleksi khusus: tentang seni, tentang fotografi? Siapa yang akan merintis perpustakaan ini bersama Anda?

Lihat pos aslinya 1.788 kata lagi

Biar Paragraf yang Bicara

4655286_8b2a522d-406b-4e1c-8e24-b4d032498da3

Aku tahu, banyak keburukan terjadi di dunia, dan banyak orang putus asa dan merasa siap meninggalkan dunia ini. Tapi aku tidak. Karena aku sungguh-sungguh meyakini ada sifat baik dalam diri setiap manusia, terutama generasi muda.

Paragraf di atas diambil dari buku Looking for Alibrandi karya Melina Marchetta terjemahan Gramedia, halaman 324. Paragraf ini dipilih karena aku pikir setiap orang sedang membutuhkannya di situasi yang sekarang. Seburuk apapun keadaan saat ini, percayalah bahwa ada kebaikan di setiap yang bernyawa. Dan apabila ternyata yang bernyawa mengecewakanmu lagi dan lagi, ingatlah… jangan pernah berputus asa terhadap rahmat Tuhanmu.

Bonus paragraf dari buku Fourth Comings karya Megan McCafferty halaman 1.

Sedari dulu aku lebih suka bersusah payah menulis tangan ketimbang dengan cepat meraba kibor dengan ujung-ujung jariku, ketimbang dengan tolol mengetik dengan ibu jari sebuah pesan dengan jumlah karakter terbatas dan kurang berkarakter. Aku merasa iba dengan generasi masa depan yang tidak akan pernah mengerti kenikmatan mengungkap (menemukan, menemukan kembali) surat-surat lama. Kubayangkan diriku jauh di masa depan, jari-jariku yang sudah berbuhul dan bengkok-bengkok dengan hati-hati memegang kertas-kertas rapuh darimu yang ditujukan kepadaku.

2016-05-16t1105512b0700

Tulisan #harikelima untuk 7 Hari Tantangan Menulis #KampusFiksi dan #BasabasiStore

Tak Kasatmata yang Mewujud

Cinta seringkali didefinisikan dengan perumpamaan dan simbol. Aku sendiri belum sepenuhnya paham akan perasaan itu. Aku bukannya tidak percaya akan cinta, bagaimana aku bisa tidak percaya cinta bila aku mengakui eksistensi emosi-emosi bernama lainnya seperti jengkel, marah, benci, suka, bahagia. Mereka semua adalah sesuatu yang tidak berwadah materi namun bisa mewujud.Cinta sesuatu yang tidak kasatmata namun dapat mewujud dalam tindakan karena dorongan perasaan tersebut.

Dengan begitu, bagiku cinta adalah emosi yang mendorong manusia yang merasakannya melakukan (yang dianggapnya kebaikan) kepada sesuatu yang membuatnya mengalami hal tersebut. Jadi, cinta akan membuat yang merasakannya melakukan sesuatu, menerima sesuatu, menjauhi sesuatu, mengorbankan sesuatu, untuk yang ia cintai.

Aku juga percaya bahwa cinta memicu emosi-emosi lainnya muncul atas reaksi pandangan pencinta terhadap objek yang ia cintai. Oleh karenanya tidak perlu heran apabila ada yang mengaku cinta namun ia mengeluarkan emosi lain yang tidak menyenangkan hasil reaksi atas kelakuan objek yang dicintai. Semisal seorang Ibu yang bisa saja memarahi anaknya karena anak itu berlaku tidak sopan. Apakah karena marahnya, Ibu itu tidak mencintai anaknya? Tentu saja bukan begitu, beliau marah demi kebaikan yang ia inginkan untuk anaknya.

Satu hal pasti yang aku yakini, cinta akan membuat si pencinta berusaha melakukan apa saja untuk yang dicintai. Lalu kalau ada seorang anak dimintai bantuan sederhana dari orang tuanya dan ia tidak melakukan hal tersebut, apakah ia tidak cinta kepada mereka? Ah belum tentu juga, karena manusia tetap saja bisa malas walaupun mengaku cinta :p

Jadi, apakah cinta?

Tulisan #harikeempat untuk 7 Hari Tantangan Menulis #KampusFiksi dan #BasabasiStore

Menerima yang Tidak Diharapkan

Jika yang ada tidak sesuai harapan bagaimana? Alam pikiranku yang sekarang mengatakan bahwa apabila menemui hal seperti ini, tanggapanku ya diterima saja. Mau bagaimana? Apa sih harapan kita, dan apa yang ternyata menjadi kenyataan yang ternyata tidak sesuai harapan?

Apabila dikaruniai Allah dengan anak, tentunya diri telah memintanya dari awal, yang tentunya harus siap menerima apa yang diminta. Ketika anak itu tidak sesuai harapan… ya tetap bersyukur. Kita telah diajarkan untuk tidak meletakkan harapan pada manusia, sekalipun itu orang-orang terdekat kita, orang tua, saudara, bahkan anak.

Ketika anak tidak sesuai harapan, seharusnya juga kita tengok perasaan si anak. Bisa jadi bukan kita sebagai orang tua saja yang kecewa, tapi anak juga memiliki emosi yang harus diperhatikan dan dihargai. Oleh karena itu perlu adanya keterbukaan antara orang tua dan anak tentang apa yang diharapkan. Dengan begitu, perasaan-perasaan negatif yang mungkin timbul dari tidak tercapainya harapan bisa dihindari.

Yang perlu diperhatikan adalah apakah harapan sebagai orang tua selaras dengan keinginan anak serta dibarengi dengan ikhtiar yang sesuai untuk menggapai harapan itu? Jika harapan orang tua hanya dibebankan pada anak tanpa memberikan bekal dan arahan padanya, tentu saja jangan kira akan mendapat yang diangankan. Namun apabila sebagai orang tua meletakkan harapan pada anak yang telah disertai dengan ikhtiar, dan pada akhirnya tidak memenuhi harapan, ya tetap diterima dengan syukur dan khusnudzan pada Yang Maha Kuasa.

Tulisan #hariketiga untuk 7 Hari Tantangan Menulis #KampusFiksi dan #BasabasiStore

 

Tempat Hijau yang Menakjubkan

Padang yang luas, hutan lebat, segala yang luas dengan rumput, pepohonan, dan air adalah tempat yang memukau. Indonesia tentu memiliki tempat-tempat yang indah. Namun untuk sekarang, aku ingin berbagi ketakjubanku akan tempat yang menjadi latar beberapa film berikut.

  1. Setting di film Pride and Prejudice (2005)

Pemberley adalah tempat yang ingin kukunjungi. Sayangnya tempat ini hanyalah fiksi. Visualisasi Pemberley di filmnya mengambil tempat di Derbyshire, tepatnya di Chatsworth House. Pemberley ini adalah kastil milik Mr. Darcy, tokoh laki-laki utama di Pride and Prejudice. Ketakjubanku sama seperti Elizabeth waktu pertama kali menginjakkan kaki di sana.

chatsworth-house-holiday-cottages

Chatsworth House

 

derbyshire2.jpg

Derbyshire

Dan yang paling bikin jatuh cinta ada di Nottinghamshire

sherwood-forest

Sherwood Forest

grid-cell-30351-1420544228-0

Salah satu scene yang bikin jatuh cinta di Pride and Prejudice berlatar belakang Sherwood Forest

 

enhanced-buzz-wide-13627-1420474814-8

The Peak District di Derbyshire

 

enhanced-buzz-wide-12442-1420468681-25

Stanage Edge di Derbyshire

2. Setting di film Daisy (2006)

Dibintangi oleh Jun Ji Hyun, aktris favoritku 🙂 berlokasi di Amsterdam. Di sini banyak long shoot latar ketika tokoh utama Hye Young pergi ke padang bunga daisy. Untuk ke padang tersebut, dia harus menyebrangi sungai dengan jembatan ala kadarnya, cuma sebatang pohon yang direbahkan. Nah suatu kali, dia jatuh dari jembatan itu, akhirnya setiap mau ke padang daisy, dia lewat jalan yang memutar jauh. Namun, pada suatu hari, jembatan yang dulunya hanya sebatang pohon itu telah berganti menjadi jembatan yang kokoh.

 

daisy-3

salah satu scene di film Daisy yang berlatarkan padang luas, itu jembatannya ketika masih berupa sebatang pohon

 

fullsizephoto383945

salah satu scene di film Daisy ketika dia memutar melewati padang

 

fullsizephoto383876

sesaat sebelum jatuh ke sungai

 

 

7679780270_7598960070_b

Amsterdam

 

header-84_noord-holland

noord holland

 

opstijglocaties_-_provincie-noord-holland_2

noord holland

 

fort-benoorden-purmerend

noord holland

Lokasi-lokasi di atas bisa jadi bukan tempat terjauh bagi orang lain, tapi jelas bagiku tempat tersebut sangat ingin kukunjungi. Bila hariku sedang tidak menyenangkan, berada di tempat yang menyesakkan, atau setelah kebanyakan nonton film sadis atau horor, pemandangan-pemandangan tempat itulah yang mendamaikan kecamuk di pikiranku.

Sebagai bonus, ini adalah tempat yang paling ingin kukunjungi

3025546-poster-p-switzerland

background-swiss-mountains-lake-swiss-education-consultant-anindo

swiss-pastures

Damai banget kan tempatnya? Sebuah tempat di mana tidak ada pembangunan yang berlebihan. Tidak ada betonisasi. Tempat sederhana di mana cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar dengan memberdayakan apa yang sudah ada. Swiss adalah negara kecil namun penuh kehidupan.

Tulisan #harikedua untuk 7 Hari Tantangan Menulis #KampusFiksi dan #BasabasiStore

 

 

 

 

 

 

 

Kini, Dia Seorang Arsitek

Sejak ia dan keluarganya pindah di lingkungan kami, anak laki-laki itu hampir tidak pernah absen ikut jamaah sholat maghrib di masjid. Terkadang saat pulang, ia menggandeng adik-adik perempuannya untuk menyeberang jalan. Rumah kami berada di pinggir jalan utama. Masjid kami berada di seberang jalan, masuk ke komplek kantor kecamatan. Aku tidak selalu mengawasinya, jika tidak sengaja ada di depan rumah, aku sering melihatnya pergi ke masjid untuk berjamaah.

Pertama kali aku mendapatinya ketika wisuda santri, sebelum kami bersekolah di sd yang sama. Dia anak yang cerdas dan pintar menggambar. Kurasa dia memang berbakat seni. Selama enam tahun kami satu kelas, tidak pernah aku mendapatinya mencontek. Dia tidak pernah bertingkah nakal ataupun berbuat kegaduhan. Dia juga jago dalam olahraga.

daisyjungshin

Teman-teman tahu, dia bukan tipe yang suka bercakap. Namun bukan berarti dia mengasingkan diri. Teman-teman menyukainya, dia punya beberapa teman dekat lelaki. Terkadang, dia ikut bermain dengan anak-anak yang lebih tua, termasuk kakak laki-lakiku.

Kami tidak pernah bermain bersama maupun bercakap-cakap meski jarak rumah kami hanya selisih tiga rumah. Kami tidak juga saling melempar senyum apabila tidak sengaja berpapasan. Pernah kami belajar kelompok suatu kali, namun setelah itu tidak pernah lagi. Kadang, kami tidak sengaja pulang berjalan kaki bersamaan, tidak akan ada ucapan terlontar dari mulut kami.

Kami adalah orang asing satu sama lain yang kebetulan tinggal di komplek yang sama, bersekolah di tempat yang sama sejak sd hingga smp. Namun begitulah, kadang manusia memang tidak bisa selalu menjalin hubungan dekat, meski lingkungan telah mendekatkannya.

nulis yuk

Tulisan #haripertama untuk 7 Hari Tantangan Menulis #KampusFiksi dan #BasabasiStore